Skip to main content

Posts

Puisi: In Time

Waktu itu absurd Tak dilihat dan dirasa Kalau jam iya. Bahkan ada yang bilang Waktu itu tak nyata Hanya konsep pikiran kita saja. Tapi keseluruhan hidup kita Ada di waktu, Sesuatu yang tak ada itu. Kita melakukan segala sesuatu Semua karna waktu Kita memulai, mengerjakan, dan menyelesaikan Oleh sebab waktu. Kita takut, kehilangan waktu. Benarkah? Atau kita hanya takut momen yang dibawa oleh sang waktu. Bagaimana bentuk waktu? Sebuah logam bergerigi dan berputar? Berdenting mengingatkan? Ataukan gugusan planet yang saling sejajar? Awan yang menghitam, langit yang jingga juga bergemuruh.. Membawa pertanda, pengingat. Ataukah…. Angin yang berhembus pelan tapi membawa pesan Pesan-pesan kehidupan Yang semakin menuju kehancuran. Menurutku, Alam ini adalah keseluruhan waktu. Demi masa.                       ...

SANG PENDOBRAK

Tipe pemimpin seperti Ahok merupakan tipe yang jarang ada dan dapat dikategorikan sangat langka dimiliki Indonesia sejak awal kemerdekaan sampai sekarang. Tipe pemimpin yang tegas tanpa basa-basi sudah sangat jarang kita jumpai dewasa ini ditengah telah berkembang nya budaya toleransi salah kaprah dikalangan para pemimpin atau wakil rakyat kita. Ya, toleransi dalam bentuk dan tempat yang salah, biasanya toleransi seperti ini dipraktekkan dalam kondisi dimana diantara pejabat yang satu dengan yang lain sudah tau sama tau tentang projek gelap nan illegal diantara mereka kemudian saling bermain mata, ini arti toleransi bagi mereka. Tau sama tau kalau diantara mereka bermain curang, busuk didalam manis diluar. Kehadiran Ahok seakan menjadi oase di tengah padang pasir gersang yang sudah terlalu lama dinantikan rakyat Indonesia (terlepas kalau sekarang Ahok hanya menjadi Gubernur di Jakarta), tetap Ahok menjadi tipe pemimpin idaman karna rakyat sudah muak dengan segala kemunafikan ber...

kita berbagi peran kawan (sajak bujang part I)

kalian ada disisi sebelah sana dan aku disini kita telah memilih, menentukan jalan kita masing-masing. Dunia mengalihkan perhatian sebagian besar generasi kita Kearah yang sama. Sana, kota, dunia, barat, glamour, hedon, keserakahan, individualis. Mana yang tersisa dari dirimu, tak ada. Kau aku sama sekali tak dianggap Di dunia yang mengharapkan mu bertopeng Sedangkan kau hanyalah… Tak beridentitas, Kau aku tersisih karna satu alasan sama Kita memilih untuk melawan arus Tak menurut kemana mau mereka Maka sejak itu kau aku tak ada, Kau aku berada diluar garis perputaran Diluar sistem yang mencuci otak dan hati manusia didalamnya. Bayangkan sebuah pusaran angin Tinggi, kencang, tak ada jalan keluar. Tapi yang ini lebih buruk Kau bahkan sama sekali tak sadar Kau telah berada didalamnya, menjadi bagian dari dirinya, Melekat, terikat, sekali lagi tanpa kau sadari Kau telah DIPERBUDAK. ..........

NEGERI PARA MAFIA

Mafia pajak, mafia peradilan, mafia migas, mafia sepakbola, mafia perizinan laut, mafia pemilu, mafia hutan dan banyak mafia lainnya. Tanpa disadari kita semakin terbiasa dengan kata mafia, dan tanpa disadari pula negara kita menjadi negara para mafia. Kita sekarang berada diposisi dimana rakyat dipaksakan untuk menerima setiap keadaan atau kegentingan suatu permasalahan (penanganan suatu kasus) dengan mengaitkannya pada “mafia”. Mafia sendiri sampai saat ini masih bermakna anonim tanpa subjek apalagi objek penjelas status pelakunya, hanya sebuah kata yang berafiliasi dengan dunia kriminalitas dan genk penjahat super canggih dan high class teritory ( karna mereka bermain dengan pejabat kelas atas dan berpengaruh). Jadi bukan sembarang penegak hukum yang bisa menumpas kejahatan kalau sudah ada “mafia”nya. Haruslah penegak hukum yang berani dan anti suap pastinya. Tanpa disadari sekali lagi, secara sosial dan psikologis masyarakat dibiasakan dengan fenomena kejahatan serba terorga...

Ketika jilbab hanya menjadi bahan komoditi dan trend fashion tanpa makna

Sedang nge-trendnya budaya berhijab di kalangan anak muda perempuan muslimah sekarang di dalam negeri menimbulkan dua fakta lapangan yang saling bertolak belakang, satu bersifat positif dan sebaliknya (berdasarkan pandangan penulis). Posisitifnya ini bukti bahwa kesadaran perempuan muslimah untuk berhijab di negeri ini yang notabene merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, mulai tumbuh dan itu menandakan kalau keinginan untuk menjalankan perintah agama sudah mulai diaplikasikan, salah satunya lewat berhijab. Kemudian fakta negatifnya. Budaya berhijab dikalangan perempuan muslimah baik abg, remaja, sampai yang dewasa ternyata tidak dibarengi dengan pemaknaan hijab itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka hanya ikut-ikutan tren fashion yang sedang banyak digandrungi  dikalangan pergaulan mereka dan banyak dilakukan para artis idolanya, tapi melupakan nilai-nilai yang terkandung dari hijab. Ada beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh p...

Jogja calon kota metropolitan

Beberapa saat yang lalu penulis menemukan sebuah artikel dengan judul yang langsung membuat miris. “ jogjakarta semakin men-jakarta”. Paham kan maksudnya? Ya kita semua sebagai orang indonesia mengenal Jogja (ditulis Jogja saja tidak Yogyakarta agar lebih singkat) sebagai kota yang beridentitas budaya atau mempunyai ciri khasnya sendiri, dikenal sebagai kota pendidikan, kebudayaan , wisata, dan sejarah.  Maka tak pelak Jogja menjadi satu dari sedikit kota di Indonesia seperti juga Bali, Lombok dll yang menjadi tujuan wisata utama kebanyakan wisatawan domestik dan mancanegara, ini membuat Jogja menjadi kota yang sibuk dan mau tak mau selalu berbenah atau merubah dirinya demi “memuaskan” para tamu-tamunya yang setia datang ke kota nan bersahaja itu, siang dan malam. Tapi sayangnya perubahan yang dilakukan terkesan sporadis dan tak mengenal aturan, berdirinya hotel dan penginapan, mall-mall dan supermarket besar mendominasi sebagai bangunan yang paling banyak didirikan dan men...

kampanye dan propaganda

A.            DEFENISI KAMPANYE Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).           Beberapa ahli komunikasi mengakui bahwa definisi yang diberikan Rogers dan Storey adalah yang paling popular dan dapat diterima dikalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg, 1998; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002). Hal ini didasarkan kepada dua alasan. Pertama, definisi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kampanye merupakan wujud tindakan komunikasi, dan alasan kedua adalah bahwa definis...