Skip to main content

Posts

Showing posts from September 15, 2013

STOP MAKING STUPID PEOPLE FAMOUS

STOP MAKING STUPID PEOPLE FAMOUS Mengklaim dirinya sendiri ssebagai calon presiden dari kalangan pemuda, itulah yang di lakukan Farhat Abbas yang lebih dikenal sebagai seorang pengacara memulai langkah awalnya untuk menjadi capres di 2014 mendatang. Tak salah memang untuk mendeklarasikan diri sendiri seperti itu, toh semua warga negara indonesia memiliki hak dan kewajiban untuk ikut andil membangun bangsanya dengan berbagai cara dan salah satunya adalah dengan ikut dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di bumi pertiwi. Namun apa yang dilakukan Farhat belakangan ini justru banyak menimbulkan polemik dan kontroversi di tengah masyarakat, dan itu seolah menggambarkan dirinya yang tidak peka pada keadaan lingkungan sosial masyarakat dewasa ini, disamping pula menunjukkan betapa tidakcerdas dirinya dalam membaca situasi politik dan sosial di negeri ini. Kontroversi yang pertama dia lakukan adalah dengan berkicau di twitter melalui akunnya sendiri dengan mengkritik wakil gube

Karen Armstrong and Charter for Compassion; Sebuah Catatan Kritis

Karen Armstrong and Charter for Compassion; Sebuah Catatan Kritis 16 June 2013 at 17:26 OLEH : EZA AHIM IKI Karen Armstrong adalah seorang penulis kenamaan yang memiliki concern terhadap studi perbandingan agama-agama. Dilahirkan di Wildmoor, Worchetershire, Inggris, pada 14 November 1944 dengan background  pendidikan Kristen, Karen muncul ke muka publik dengan identitas sebagai monotheism freelancer, sebuah term yang unik tapi cukup wajar ditengah kegamangan theologis masyarakat Barat pada umumnya. 15 Juni 2013, Karen memberikan ceramah umum di Universitas Paramadina, Jakarta dalam rangka mengkampanyekan “Charter for Commpassion” atau Piagam Welas Asih. Sebagaimana yang dapat kita baca dalam brosur yang dibagikan pada saat mengisi buku tamu, Piagam Welas Asih ini bertujuan untuk mengembalikan welas asih sebagai inti kehidupan religious dan moral. Catatan Selama Kuliah Umum   Dalam kuliah umumnya yang disampaikan kurang lebih dalam waktu satu jam, Karen menjelask

dibodohi oleh sistem

DI BOHONGI, DI PERALAT, DAN DIBODOHI OLEH SISTEM Sistem merupakan seperangkat aturan yang terdiri dari garis-garis aturan (ketentuan) lain yang saling berkaitan dan memberikan pengaruh antara satu dengan yang lainnya yang lebih dikenal dengan “sub-sistem”. Satuan-satuan terkecil yang berkumpul itu kemudian  membentuk seperangkat aturan yang kita sebut  sistem.  Kita analogikan Seperti jutaan bintang dan planet (sebagai sub-sistem) yang membentuk sebuah sistem tata surya, saat ini kita sebut galaksi bima sakti (sebagai sistem). Pada hakekatnya sistem atau aturan itu dibuat sebagai alat untuk memudahkan pekerjaan manusia, memberikan rambu-rambu jalan yang memberikan petunjuk kemana harus berjalan, arah mana yang harus diambil, dan bagaimana kita melaksanakannya. Sistem dibuat merupakan hasil dari kesepakatan antar manusia sebagai pemegang suatu kebijakan mewakili kelompok sosialnya masing-masing, kalau sekarang seperti wakil dari partai-partai yang menjadi anggota DPR dan membentuk