Masih dalam lumpur yang kau injak kemarin Si bodoh yang bukan Cuma terjatuh Tapi kini menyatu dalam lumpur itu Ia menjadikannya harmoni Bagian dari ritme hidup yang ia buat sendiri Tanpa sadar akhirnya terstrukturisasi dalam alam bawah sadarnya Menjadi bagian dari dirinya. "Kau ditakdirkan disini, untuk ini." Sisi dirinya yang putus asa akhirnya meyakinkan diri. Sampai kapan Mau selalu terjebak Dalam pikiran, logika, yang kering motivasi Muara segala masalah itu Masih sama. Kita dibentuk oleh percikan ajaib di sudut jauh sana, Cerebrum. Disebut sel yang menghasilkan rangsangan Berpikir dulu baru bertindak Sayangnya pikiran terlalu begerak lambat pikir dan angan tak lagi cukup. Hanya merayap meninggalkan jejak lendir di jejak jalannya Yang seketika hilang. Ia yang selalu terlambat. Bangun. Berdiri. Berlari. Kau lebih tau dari sekedar teori Karna teori tak berlaku di dunia realitas Fantasi hanyalah selingan Beloka...
Terbangun suatu malam karna mimpi yang aneh. dan sebuah suara yang tampaknya mengajakku berbicara. bagaikan sungai bawah tanah di tempat yang jauh. aku bangkit dan bertanya;apa yang kau inginkan dariku? -Arnulf Overland-