Skip to main content

Posts

Showing posts from May 26, 2013

OUR WORLD TODAY (PART VI)

DEAD MAN

Artikel ini diterjemahkan dari artikel majalah New Scientist berjudul First Interview with a Dead Man, ditulis Helen Thomson dan dipublikasikan secara online pada Kamis (23/5/2013) lalu. Artikel dimuat dalam kolom Mindscape, kolom unik tentang ilmu otak yang membahas pengalaman orang dengan kondisi neurologi yang paling misterius. Artikel ini membahas tentang seorang lelaki, sebut saja bernama Graham. Ia mengalami sindrom Cotard. Ia hidup, tetapi merasa dirinya mati. KOMPAS.com — "Ketika saya di rumah sakit, saya mengatakan kepada mereka bahwa tablet yang mereka berikan tidak akan membuat kondisi saya menjadi baik karena otak saya mati. Saya kehilangan kepekaan pada bau dan rasa. Saya merasa tak perlu untuk makan, bicara, atau apa pun. Saya akhirnya cuma menghabiskan waktu di pemakaman karena di sanalah tempat terdekat saya bisa mati." Sembilan tahun lalu, Graham bangun dari tidur dan merasa dirinya mati. Graham saat itu mengalami sindrom Cotard. Orang denga

TEORI KRITIS

Metode Socrates Pemikiran awal kritis sebetulnya sudah dimulai pada zaman yunani kuno, ini pertama kali diperkenalkan oleh socrates dengan metode sokratesnya (socratic method). Metode ini merupakan suatu cara berpikir dimana untuk memulai suatu diskursus diawali dengan sebuah pertanyaan. Metode ini merupakan suatu metode untuk membangun diskusi yang komperhensif yang saling membantu dalam membangun suatu pengertian terhadap suatu persoalan[2]. Metode ini merupakan suatu metode yang diperkenalkan oleh sokrates dalam bidang pendidikan. Metode sokrates ini bisa dikatakan menjadi awal atau basis dari permulaan teori kritis karena metode ini menitikberatkan kepada kedua pihak yang sedang berdiskusi tidak seperti indokrtrinasi yang hanya menekankan kepada salah satu pihak saja. Dari metode ini akan selalu muncul pertanyaan-pertanyaan yang sangat berperan dalam teori kritis. Immanuel Kant Selanjutnya pemikiran kritis dikembangkan oleh Immanuel Kant dengan pendapatnya yaitu das d