Skip to main content

Posts

DANCE IN THE RAIN

Anonymous : Vfor Vendetta & All the President Men

Guy Fawkes Guy Fawkes merupakan karakter yang facenya dijadikan topeng identik kelompok hacker cyber cream terbesar di dunia ‘’Anonymous’’. Guy Fawkes adalah pelaku peledakan bom di Gedung Parlemen Inggris. Dia bersama anggotanya melakukan aksi tersebut karena ingin membunuh Raja James 1. Namun aksi Guy Fawkes dan teman-temannya berhasil di gagalkan oleh pihak keamanan kerajaan. Peristiwa pengeboman sekaligus penangkapan Guy Fawkes dan anggotanya terjadi pada 5 November 1605. Namun anehnya, penangkapan hanya di tunjukan pada Guy Fawkes, 30 anggoatanya berhasil meloloskn diri, saya belum bisa memastikan kenapa hanya Guy Fawkes yang tertangkap. Peristiwa pengeboman besar itu di kenal dengan sebutan ‘’Peristiwa Bubuk Mesiu’’ atau ‘’ Gun Powder Plot’’. Untuk mengenang peristiwa tersebut masyarakat inggris menggelar perayaan kembang apa setiap tanggal 5 November. Anonymous Bagi sobat yang sering berkutat di dunia maya, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘’Anonymous’’. Di...

Lilith : Matron dari Feminisme Yahudi

oleh : Eza Ahim Iki Yahudi sebagai agama dengan otoritas ke”Rabbi”an yang memiliki hak penuh atas kodifikasi dan penafsir Torah (perjanjian lama) telah banyak memunculkan interpretasi mengenai makna dan kandungan Torah, alih-alih mendapatkan kebenaran dalam makna, hal yang terjadi adalah justru terseretnya Judaisme kedalam desakralisasi teks. Tidak ada pembatas yang jelas diantara perintah ilahiah dengan pendapat pribadi para Rabbi sebagai penafsir profane. Contoh sederhana adalah munculnya teks-teks diluar Torah yang diangkat statusnya sebagai canon. Desakralisasi teks yang sedemikian memungkinkan masuknya pemahaman-pemahaman serta konsep-konsep asing yang disintesakan dengan teks asli, yang berakibat pada degradasi makna dan nilai dalam teks asli. Sehingga, tidaklah mengherankan jika kita mendapati agama yang demikian dapat memberikan justifikasi kepada konsep yang bertentangan dengan prinsip dasar agama tersebut. Dan dalam kasus terburuk, agama tidak lagi mampu menjadi pewarn...

REGRET

So Regret I realized,. Ini bukan diriku sekali, menyesal, kata yang paling tidak aku suka. Menyesal berarti : ketidak matangan, pilihan yang salah, dan mengutuk diri sebodoh-bodohnya. Aku teringat pada sebuah buku yang bagus sekali berjudul “hidup ini terdiri dari pilihan-pilihan kecil yang menentukan hidup kita kedepan”. Pertama kali membaca judul buku nya saja aku langsung setuju. Setiap hari, setiap waktu bahkan setiap detik kita dihadapkan pada pilihan-pilihan mau tidak mau, mulai dari yang paling kecil dan sederhana sampai yang besar dan sangat menentukan menurut benak kita sendiri, karna pada hakekatnya tidak ada yang mengetahui secuil pun rahasia dibalik esok hari. Keputusan telah diambil, rencana telah dimatangkan, tanggal telah ditentukan. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa hanya keputusan untuk mengakhiri semuanya. Bodoh sekali kenapa aku terjebak dalam kubangan perasaan yang seperti ini, sangat tidak diharapkan.  Tapi sementara perasaan seakan stagnan namun kehidup...

monopoli era baru

konglomerasi media, monopoli era baru??? Kalau berbicara mengenai media massa dewasa ini, tak lepas dari monopoli sejumlah pihak pada berbagai media yang potensial membawa pesan-pesan tertentu yang telah dikonstruksi sedemikian rupa. Memang tak bisa kita pungkiri, kesadaran akan keadaan media yang seperti itu belum dimiliki sepenuhnya oleh mayoritas masyarakat kita, yang konsumsi medianya masih sangat tinggi hingga sekarang. Makanya dibutuhkan proses literasi media yang harus gencar dilakukan demi menyadarkan khalayak akan pentingnya proses selektif dalam mengkonsumsi media yang pantas dan tidak pantas. Telah menjadi rahasia umum beberapa media bertaraf nasional dimiliki oleh segelintir orang saja. Bahkan ada yang perusahaan medianya terbesar se-asia tenggara. Ini tak bisa kita lihat sebagai sesuatu yang normal-normal saja ataupun lumrah, sesungguhnya ini merupakan suatu proses pembentukan citra beberapa gelintir orang dengan memanfaatkan frekuensi publik sebagai alatnya. M...

Metodologi

Prinsip Metodologi Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di dalam kegiatan ilmiah mereka. Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya: A. Rene Descartes Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu:     Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih ...

our world 2day (part V)