Skip to main content

Posts

Indonesiaku Lagi-lagi Kalah

Sudah bukan rahasia lagi kalau sebuah perusahaan akan melakukan apa saja demi kepentingan dan kuntungan atau profit usaha mereka, jadi mempercayai kalau perusahaan mempunyai iktikad baik untuk tidak mengulangi lagi kesalahan mereka di masa lalu bukan hanya tindakan yang gegabah, tapi sebuah kebodohan yang tak ada obat nya. Sejarah membuktikan, industri apapun itu bentuknya adalah sektor yang paling banyak mengakibatkan kerusakan di muka bumi ini, alam adalah sasaran eksploitasi mereka, dan manusia adalah korban nya. Ketika bicara alam maka jangan lupa masukkan pula makhluk yang hidup di dalamnya, ada fauna dan satwa, tetumbuhan dan hewan-hewan yang menggantungkan hidup mereka pada hutan. Menghancurkan hutan sama saja dengan memusnahkan semua makhluk hidup tak terkecuali manusia. Hutan indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia tak pelak lagi adalah harta warisan yang tak ternilai harganya, jadi merawat dan menjaganya dari kerusakan adalah kewajiban semua umat manusia, teruta...

Negeri Para Preman (jilid 2)

Apa yang terjadi pada seorang bapak yang tewas secara tragis dengan cara dianiaya dan dibakar oleh massa karena disangka ia adalah seorang maling di Bekasi adalah sebuah tindakan yang sungguh sangat biadab dan tak bisa dimaafkan. Kalau memang kita negara hukum, maka dimata hukum semua warga negara memiliki kedudukan yang sama, dari presiden sampai penjahat paling biadab sekalipun, mereka memiliki hak  untuk mendapatkan keadilan di pengadilan dengan sebaik-baiknya bukannya di jalanan. kejadian tragis tersebut yang kembali  terjadi hanya semakin mempertegas posisi kalau kita belum sepenuhnya bertransformasi menjadi masyrakat merdeka seutuhnya. Karena orang yang sepenuhnya merdeka adalah bukan hanya dari segi fisiknya saja, tapi juga dari dalam, dari pikirannya, merdeka dari kebencian, prasangka, dan semua pikiran dan ide yang tidak menghargai harga hidup orang lain. Kasus penganiayaan, dan pembakaran massa terhadap pelaku kriminal di jalan-jalan adalah gambaran dari mas...

Rumahku Kelapa Sawit Mereka

Mendengar kembali kebakaran hutan yang terjadi  Mengingatkanku akan kisah dari sobat kecilku  Si orang utan  Penduduk lokal hutan yang diberangus  Kini ia terlantar, tak terurus.. Inilah secuil cerita dari si orang utan kecil..           Kenapa ia bisa berakhir disini, di tempat ia tak seharusnya. DAHULU KALA...  Aku lahir dan dibesarkan di lingkungan penuh dengan hijaunya daun, diantara tingginya pepohonan berusia ratusan tahun dan segarnya udara tanpa polusi dan zat-zat kimia mematikan lainnya, yang namanya aku pun tak paham apalagi menyebutkannya. Aku masih ingat ketika dulu aku bersama saudara-saudaraku sering bermain diantara pepohonan besar berusia ratusan tahun, baik di dahan dan pucuk-pucuk pencakar langitnya, didalam hutan dan tingginya gunung yang tak terjamah oleh tangan makhluk lain yang belakangan aku tahu namanya manusia. Mereka menyebut diri mereka masyarakat beradab dan toleran, tapi itu ...

Palestina Berdarah Lagi

Entah sudah yang ke berapa kalinya bumi Palestina tercabik, ternodai, oleh perilaku biadab Israel. Palestina adalah satu-satunya negara di jaman sekarang yang masih mengalamai penjajahan secara terang-terangan, dan dunia tetap diam saja. Palestina sudah berteriak meminta pertolongan dari dulu kala sekali, tetapi tidak ada yang berani maju ke garis terdepan bersama mereka melawan Israel, kalaupun ada, mereka akan tumbang duluan sebelum sampai ke medan peperangan. Ingat kasus Mavi Marmara?, Rachel Corby?, Israel tidak akan berdiam diri melihat orang-orang yang ingin membantu Palestina, tanpa malu mereka akan mencelakakan bahkan membunuh siapa saja yang berniat membantu Palestina. Berharap pada sesama saudara seiman pun nampaknya mustahil, negara-negara islam lainnya lebih sibuk dengan urusan dalam negeri masing-masing, bahkan ada beberapa yang saling bersitegang dan hampir memulai perang diantara sesama mereka sendiri. Siapa yang tertawa atas situasi ini?, ya, Amerika dan Israel. Me...

Ahok Sang Pemicu (The Trigger)

Pengejawantahan nilai demokrasi dan pancasila di negeri ini belakangan kembali marak di perbincangkan masyarakat luas, diangkat sebagai topik utama hampir di setiap stasiun berita, dan menjadi headline di koran-koran yang kian kehilangan peminatnya. Pembubaran HTI seakan menjadi start di mulai nya pembersihan massal, menyasar pada kelompok-kelompok mana yang dianggap memiliki pandangan tidak sejalan dengan pancasila, maka siap-siap saja dibubarkan. Pertanyaannya, apakah PERPU yang tampak sangat dibuat-buat ini benar-benar mewakili suara rakyat Indonesia? Atau khusus untuk menjatuhkan HTI?, haruskah kita khawatir peraturan baru ini akan mengancam kebebasan rakyat untuk berserikat dan berpendapat?, atau yang lebih mengerikan lagi apakah ini bentuk dari otoritarianisme gaya baru?. HTI yang mereka sebut dengan istilah ormas “anti pancasila dan kebhinekaan”, bukanlah ormas baru, dan kehadirannya pun sudah terbilang lama, tapi kenapa baru sekarang ditindak?. Memang belakangan ini isu-i...

White Privilege

Bagi Anda yang tak asing dengan budaya Amerika Serikat, atau familiar dengan kondisi negara ini, entah itu melalui musiknya, filmnya, segala yang Anda saksikan di televisi, juga aksi militernya yang banyak mencampuri urusan negara lain, seharusnya Anda tak asing dengan istilah satu ini “ white privilege/supremacy” . Istilah ini merujuk pada kondisi di negara Paman Sam yang lebih tepatnya penulis sebut sebagai penyakit. Penyakit yang tak kunjung sembuh hingga saat ini. White privilege adalah kondisi dimana masyrakat kulit putih di negara US mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan dengan masyarakat kulit berwarna lainnya. Negara yang katanya sangat menghargai kebebasan ini nyatanya sampai saat ini masih berkutat dengan masalah yang itu-itu saja, yaitu rasisme. Bentuk rasisme sangat beragam, dan biasanya faktor yang menjadi pemicu timbulnya aksi rasisme ini adalah adanya perasaan “lebih baik” pada diri seseorang dibandingkan dengan orang lainnya. Hal yang paling sering dijad...

Self Reflection

Setelah sekian lama bergulat dengan perasaan gak jelas, entah bersalah, tidak peduli, apatis atau apa namanya saya sendiri kesulitan menemukan kata yang tepat menggambarkan perasaan ini. yang pasti, gak ada yang salah dengan pemikiran saya selama ini, tentang tulisan-tulisan yang telah saya post di blog sederhana ini, semuanya (hampir 98%) hasil pemikiran saya sendiri. Plus yang membuat saya terhenti untuk sementara adalah pergulatan batin yang bagi saya adalah medan peperangan yang seakan tak akan pernah bisa saya menangi. Berkomunikasi pada alam bawah sadar sendiri adalah salah satu pertanda kecerdasan seseorang (katanya hehe), tapi bagaimana kalau pemikiran itu menjadi sebuah perangkap, atau bahkan penjara yang mengungkung kebebasan berpikir mu dan kau menjadi kerdil sejak dalam pikiran sendiri. Pada intinya saya menjadi semakin realistis (klise memang), dikarenakan hidup (realitas) meng-KO- saya keras sekali sampai menghujam ke bumi, menyadarkan saya kalau hidup tidak seperti y...