Tuesday, July 25, 2017

Palestina Berdarah, lagi.

Entah sudah yang ke berapa kalinya bumi Palestina tercabik, ternodai, oleh perilaku biadab Israel. Palestina adalah satu-satunya negara di jaman sekarang yang masih mengalamai penjajahan secara terang-terangan, dan dunia tetap diam saja. Palestina sudah berteriak meminta pertolongan dari dulu kala sekali, tetapi tidak ada yang berani maju ke garis terdepan bersama mereka melawan Israel, kalaupun ada, mereka akan tumbang duluan sebelum sampai ke medan peperangan. Ingat kasus Mavi Marmara?, Rachel Corby?, Israel tidak akan berdiam diri melihat orang-orang yang ingin membantu Palestina, tanpa malu mereka akan mencelakakan bahkan membunuh siapa saja yang berniat membantu Palestina.

Berharap pada sesama saudara seiman pun nampaknya mustahil, negara-negara islam lainnya lebih sibuk dengan urusan dalam negeri masing-masing, bahkan ada beberapa yang saling bersitegang dan hampir memulai perang diantara sesama mereka sendiri. Siapa yang tertawa atas situasi ini?, ya, Amerika dan Israel. Mereka telah sukses melancarkan strategi adu domba, sehingga negara-negara islam, terutama Timur Tengah baku hantam dengan saudara mereka sendiri, menghancurkan negara mereka sendiri, perang dengan saudara sendiri.

Bukankah ini perang antara Sunni dan Syiah?, itu hanya buatan dan bualan inteligen barat saja, perbedaan tak seharusnya membuat kita saling membunuh satu sama lain, tapi kalau sudah dicampur dengan kepentingan politik, ekonomi dan ditambah sedikit bumbu propaganda yang pas, maka tadaaaa lihatlah orang-orang muslim itu, mereka tampak sangat menikmati saling bunuh sesama saudara seimannya. Sunni dan syiah tak seharusnya menjadi alasan untuk saling berperang, karena kita satu yaitu islam. Mengapa kita tidak saling menghormati perbedaan pandangan satu sama lain, biarkan mereka beribadah sesuai keyakinan mereka, dan saya, kita, Anda semua dengan keyakinan kita masing-masing. Mengapa harus membunuh?. Ingatlah ada pihak-pihak yang diuntungkan dari perselisihan diantara kita, mereka menjual senjata, mereka terus memprovokasi lewat media yang mereka kendalikan, dan kita begitu saja dengan sangat mudahnya percaya dan tersulut kebencian antar sesama.

Umat islam khususnya dan penduduk dunia umumnya terlalu bodoh untuk menyadari kalau ini semua adalah great design mereka The Untouchables diatas sana, lihat, siapa yang diuntungkan oleh pertikaian di Timur Tengah yang tak pernah usai, pertama Afghanistan, Afghanistan usai disusul Irak, Mesir, Libya, dan sekarang Suriah. Belum lagi Pakistan dan India, Indonesia dan Malaysia. Kita terlalu mudah diprovokasi, kita yang seharusnya bersatu padu justru saling menikam punggung saudara sendiri.

Sudah saatnya semua umat islam dimanapun berada untuk bangun, bangun dari tidur panjang yang melenakan, bangun dari tipu daya media-media yang pro pada kepentingan barat yang notabene adalah pemiliknya. Kita tidak bisa lagi menyerahkan permasalahan umat muslim pada orang lain, karena melihat sejarah dan fakta nya, sampai sekarang tidak ada sama sekali manfaat dari rapat-rapat di PBB yang entah sudah berapa puluh tahun dilaksanakan, dan Palestina tetap saja dikuasai Israel.

Satu-satu nya hal yang menahan Israel agar tidak dapat menguasai Palestina sepenuhnya adalah perjuangan rakyat Palestina itu sendiri, tapi jangan lupakan juga bakti para relawan yang datang dari belahan bumi yang lain, yang bahkan mereka sendiri bukanlah orang islam, tapi memilih untuk datang langsung ke bumi al quds yang suci dan membantu rakyat Palestina untuk pulih dari mimpi buruk  mereka dan merebut kembali kemerdekaannya. Sebut saja pejuang Hamas yang di cap media barat sebagai teroris dan sebutan yang cenderung sepihak dan tendensius. Gerakan intifada, bisa Anda bayangkan, anak kecil dengan batu di tangan mereka melawan tank baja, tidak ada masuk di akal sama sekali bukan?, tapi dengan izin Allah, jadilah maka jadilah.

Sekali lagi, kemerdekaan Palestina hanya bisa didapat apabila negara-negara islam bersatu dan bersama-sama melawan Israel dan sekutu-sekutu nya, kita tidak bisa lagi mengandalkan meja perundingan, karena terbukti itu tidak menghasilkan maanfaat apa-apa untuk kepentingan rakyat Palestina, yang ada hanyalah banyaknya korban yang terus berjatuhan dari pihak Palestina, Israel yang terus membangun dinding diatas tanah Palestina untuk memisahkan pemukiman mereka dengan penduduk asli setempat, rakyat Palestina yang kesulitan untuk sekedar beribadah di masjid al aqsa, dan banyak kerugian lainnya yang hanya dirasakan oleh rakyat Palestina.

Apa yang Israel lakukan pada Palestina sama sekali tidak dapat dibenarkan, memakai logika dan akal sehat apapun, tidak alasan yang dapat membenarkan keputusan negara Israel mencaplok tanah Palestina dan mengklaim nya sebagai tanah air mereka.

Diam nya dunia barat adalah bukti kalau Israel ditakuti. Tidak ada yang berani mengusik Israel dan orang-orang yahudi di dalamnya, mereka adalah penguasa dunia yang sesungguhnya, mulai dari media, bank, militer dan semuanya masuk dalam radar kuasa mereka. Tanpa sadar kita adalah pion kecil dari serangkaian sistem besar yang saling terkait, kita hanyalah bidak catur yang hidup nya dikontrol tanpa sama sekali kita tahu. Kita membeli makanan yang ditampilkan di iklan, membeli pakaian yang dipakai sleebritas di tv yang bahkan sama sekali tidak kita butuhkan, membeli kendaraan hanya untuk status sosial di mata orang sekitar, kita robot dan kita tidak sadar.

Apa yang menimpa Palestina dan negara-negara islam lainnya yang sampai saat ini masih berjuang dengan perang di negara mereka masing-masing, adalah bukti sahih kalau Islam sampai kapanpun akan selalu menjadi sasaran untuk dihancurkan. Apakah tidak aneh kalau beberapa tahun kebelakang selalu negara Islam yang mengalami konflik, terlepas dari semua permasalahan yang mendasarinya, rasanya terlalu naif kalau kita berpikir ini hanya kebetulan saja. Kalau menilik sejarah, Umat Islam adalah satu-satunya kaum yang dapat menandingi kekuatan besar yang  ada di setiap jaman, mulai dari Genghis Khan (Mongolia), Alexander The Great(Rome), dan lain sebagainya.

Kekhalifahan Islam dari dulu selalu ditakuti, pembebasan Al Quds di Yerusalem dari tentara salib oleh Shalahudin Al Ayyubi hanyalah satu dari banyaknya fakta sejarah nan gemilang prajurit muslim dalam kancah peperangan, tapi saya yakin tidak banyak dari kita yang mengetahui nya, karena buku-buku sejarah yang beredar di pasaran jarang membahas itu, dan juga karena musuh-musuh islam tidak ingin umat Islam sadar betapa Islam adalah kekuatan dunia yang ditakuti kebangkitannya.

Umat Islam sudah terlalu lama tertidur, dinina bobokan oleh segala hal yang berbau modernitas ala barat, tidak bermaksud memojokkan segala hal yang datang dari barat, tapi hanya hal-hal tertentu saja yang membuat umat Islam melupakan identitas mereka dan menjadi lalai sebab terlena oleh apa yang ditawarkan mereka (dunia barat) lewat medianya.


Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, saya yakin sekali genosida dan pencaplokan wilayah di Palestina saat ini hanya bisa di akhiri dengan bersatu nya umat Islam dari seluruh dunia melawan Israel dan sekutunya, bukan lagi melalui meja perundingan, tapi berperang mengangkat senjata. Rapat-rapat dari dulu sama sekali tak menyelesaikan masalah disana, karena toh PBB dan Dewan Keamanan diisi oleh orang-orang “mereka” juga. Mari singkirkan sejenak perbedaan diantara kita, Sunni, Syiah, Hizbullah, Al Qaeda, Hamas, dan apapun itu namanya, selama masih beriman kepada Allah dan Rasul nya Muhammad SAW, kita semua bersaudara, dan Palestina adalah saudara kita yang saat ini sedang teraniaya, selayaknya saudara, mereka membutuhkan bantuan kita sekarang.